Doa Rebo Wekasan. Abdul kholik mustaqim pengasuh pesantren al wardiyah tambakberas jombang para ulama yang menolak adanya bulan sial dan hari nahas rebo wekasan berpendapat dikutip dengan penyesuaian. Semua doa rebo wekasan di atas tetntunya harus di dasari dengan niat ikhlas semata mata karena allah sebab segala sesuatu baik yang menghadirkan atau menghilangkan sesuatu yang ada di alam muka bumi ini hanya allah termasuk ada atau tiadanya bala tersebut.
Berikut keterangan soal rebo wekasan. Jakarta inews id rebo wekasan atau rabu pungkasan adalah rabu terakhir di bulan safar tahun ini rabu wekasan jatuh pada 14 oktober bertepatan tanggal 26 safar 1441 hijriah. Sebagian masyarakat nusantara khusunya di jawa melakukan ritual khusus untuk menolak bala atau musibah yang dipercaya turun di hari itu.
Abdul kholik mustaqim pengasuh pesantren al wardiyah tambakberas jombang para ulama yang menolak adanya bulan sial dan hari nahas rebo wekasan berpendapat dikutip dengan penyesuaian.
Di hari rabu tersebut dianggap masyarakat terdahulu sebagai turunnya musibah dan sumber penyakit. Pada rabu wekasan dikatakan akan diturunkan musibah bala sebanyak 3200 musibah di awal subuh hari tersebut. Allahumma ya syadidal quwa wa ya syadidal mihal ya azizu zallat li izzatika jami u kholqika ikfini min jami i kholqika ya muhsinu ya mujammilu ya mutafadhdhilu ya mun imu ya mukrimu ya man la ilaha illa anta bi rahmatika ya arhamarrahimin. Jakarta inews id rebo wekasan atau rabu pungkasan adalah rabu terakhir di bulan safar tahun ini rabu wekasan jatuh pada 14 oktober bertepatan tanggal 26 safar 1441 hijriah.
